Wednesday, January 6, 2010

TEMU PELAJAR DAN SANTRI SE-BOGOR 2009

Para pemuda bahkan segenap Bangsa Indonesia sendiri mengenal betul tanggal 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda. Tidak terkecuali para pelajar muslim di Bogor, yang jua ikut andil dengan mengadakan Formi (Forum Silaturrahmi Organisasi Muda Muslim) pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2009 di Gunung Salak, Pamijahan. Acara Formi ini kembali dibentuk, setelah lima tahun sebelumnya diendap dengan alas an kurangnya antusias darr pihak Panitia selanjutnya, yakni pada tahun 2004. Para Panitia terdiri dari empat Organisasi besar kepemudaan Islam di Bogor, yakni IPNU (Ikatan Pelajar Nahddatul Ulama), IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan SEMMI (Serikat Pelajar Muslim Indonesia). Tema yang diangkat dalam pelatihan kali ini adalah “Revitalisasi Fungsi Pelajar Sebagai Cermin Masa Depan Bangsa”, melibatkan KETUA DAN Sekretaris OSIS SMA/Sederajat dari beberapa sekolah se-kabupaten Bogor. Ketua DPD KNPI kab.bogor, Farid Ma’ruf jua turut hadir mengisi pelatihan. “Generasi muda layak dan memiliki kesempatan untuk bergerak menuju perubahan yang lebih baik”. Ungkapnya. Peserta juga diberi pengertian bahwa dalam keorganisasian, bukan hanya teman yang didapat, melainkan pemikiran atau ide-ide baru akan bermunculan.
Di lain acara, peserta yang berjumlah 46 siswa-siswi dan santri dibagi kedalam 6 kelompok. Dengan waktu 20 menit, setiap kelompok wajib membentuk ketua regu, nama yang diambil dari nama-nama pahlawan, dan membuat motto serta yel-yel sebagus mungkin. Disatu kesempatan, panitia yang terdiri dari empat Organisasi kepemudaan tersebut menjelaskan keorganisasiannya dari mulai awal mulanya berdiri, visi dan misi, program kerja, dan sekte-sekte yang mereka anut. Seperti IPNU dan IPPNU dengan Nahdatul Ulama, IPM dengan Muhammadiyah, dan SEMMI yang bergaris keturunan SI (Serikat Islam).
Disisi lain, Iyus Triyadi M.Pd selaku Anggota dari DPD KNPI kab.bogor mengisi pelatihan tentang kepemimpinan. Pemimpin harus berjiwa besar, dan untuk membentuknya, dimulai dari hal yang terkecil. “Think big! Start small!” ujarnya. Di tengah acara, Narasumber membagi peserta menjadi dua kelompok untuk berdiskusi perihal permasalahan pelajar dan pemuda saat ini, serta bagaimana solusinya. Selang 10 menit, kedua kelompok tersebut mempresentasikannya melalui dua orang perkelmpok. Seorang sebagai penyampai masalah, sedang seorang lagi sebagai penyampai solusinya.
Dalam acara Formi tersebut, Panitia juga mengadakan Out Bond yang menarik. Peserta yang sebelumnya telah dikelompokan menjadi enam regu, dibutuhkan kekompakan, keterampilan dan keterampilan dalam menghadapi rintangan-rintangan di setiap pos. Sebelum acara ditutup, Panitia meminta perwakilan dari setiap grup agar berdiri dan maju kedepan untuk menjadi kader dalam Pemilihan ketua Formi tahun depan. Awalnya terdapat 6 kader, setelah diselektif kembali menjadi Tiga kader dari sekolah yang berbeda, SMAN 1 Leuwiliang, MA Darurrahman, dan SMAM Mu’alimien. Terpilihlah Tika Yuliani dari SMAN 1 Leuwiliang sebagai Ketua FORMI Angkatan ketiga.
Sebelum acara ditutup, dari pihak DPD KNPI menyampaikan rasa bangganya karena telah dihadiri oleh orang-orang plihan dari beberapa sekolah se-bogor. “Kalian adalah pemimpin masa depan, pengganti kami dikedepannya”. Acarapun berakhir setelah DPD KNPI secara sepihak memberikan sekardus mie yang dibalut daun pisang sebagai hadiah kepada kelompok Jend. Ahmad Yani sebagai pemenangnya dalam acara Out Bond.