Monday, March 1, 2010

Puisi

Kerinduanku
Seiring angin berhembus
Membawa sosok indah kembali dengan sekejap
Bagai dedaunan yang tertiup kencang
Ku terdampar dalaam sunyi
Menaburkan tetesan air mata
Kau yang selalu hadir dan singgah dihatiku
Kini kau pergi tingga kenangan
Betapa asa dan duka
Kebersamaan itu telah sirna
Antara dua hati yang nyata
Bagai embun pagi
Yang sirna akan mentari
hanya sebatas kenangan yang akan terukir
Didalam sanubariku
Oleh: Wawan S

Medan kematian
Didalam kegelapan pekat lara
Aku mencari cahaya
Yang hilang tiba- tiba yng terkubur diantara seribu jiwa
Aku yang menatap pilu diantara tumpukan mayat yang terlupakan ditelan masa
Aku telah melakukan apa yang kubisa
Menerjang, menyerang, menyerbu
Mempertahankan sesuatu
Cahaya ilahi
Sampai tuhan memberi salam ajal
Kini aku ermuk tertimbun debu lapuk
Aku yang kini bertahan dimedan kematian


Jalan taubat

Tak sadar bulan melintang
Pergi siang hadir sang malam
Raja siang bagai padam ratu malam bagai sumber kehidupan
Terlelap diantara alam kenistaan
Berenang- renang di dalan larutan dosa
Walau izrail berdiri tegak didepan mata meremuk, mencekik, menarik nyawa
Hidup bukanlah kosong
Tanpa cahay tanpa segalanya
Hidup adalah jalan dalam kefanaan
Yang ahrus diberikan jawaban dihari kemudian
Berfikirlah manusia!
Hidupmu seperti gulungan yang akan habis
Yang akan luluh landa oleh waktu
Kembalilah wahai insan!
Hidup, hidupkan dan jadikan hidup untuk sang kuasa
Hiduplah mulia atau mati syahid!
Takut mati? jangan hidup!
Hai anak adam pulanglah dalam kebaikan
Bergerak menuju keabadian

Oleh: Fayyadh on reph