Friday, March 12, 2010

PANDANGAN Al-QUR’AN TENTANG ILMU DAN TEKNOLOGI

oleh:wardatul fadhilah on red.


Pandangan Al-Qur’an tentang ilmu dan teknologi dapat kita ketahui pada penggalan ayat Al-Qur’an yang singkat namun bermakna besar, yang diturunkan oleh Allah pertama kalinya pada baginda Rasulullah SAW yakni ‘’IQRO’’ bacalah.
Ayat yang begitu pendek ini mengandung kunci emas yang dapat membukakan jalan ke arah pengembangan sains yang benar seperti menyampaikan, menela’ah mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan seperti makna umumnya membaca, baik teks tertulis maupun tidak. Dalam ayat-ayat lain pun Allah selalu menegaskan manusia agar selalu berfikir seperti dalam Al-Qur’an yang artinya:
‘’perhatikanlah apa yan g ada di langit dan dibumi…’’
‘’Apkah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana diciptakan, langit bagaimana ditinggikan, gunung bagaimana ditancapkan dan bumi bagaimana dihamparkan?’’
‘’Dan segala sesuatu di sisi Allah mempunyai ukuran.’’
‘’Dan dia menundukan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bintang-bintang itu ditundukan dengan perintahnya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang mempergunakan akal.’’
Dalam penggalan –penggalan ayat yang hanya secuil dari ratusan ayat-ayat yang menerangkan, betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan menegaskan manusia agar mempelajari segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi ini terkumpul dalam Al-Qur’an yang suci, tanpa satu ayat pun yang melenceng dari jalan Allah SWT.
Ayat-ayat tersebut juga menggambarkan secara sempurna metode penalaran dan pengamatan islami terhadap alam,…,ayat-ayat itu mengarahkan akal manusia kepada fungsi pertama diantara sekian banyak fungsinya, yakni mempelajari ayat-ayat Allah SWT yang tersaji di alam raya ini. Ayat-ayat tersebut bermula dengan tafakur dan berakhir dengan Amal. Al-Qur’an begitu lengkap, luas dan dalam, yang mengandung segala unsur maha bernilai, serta dapat menghasilkan energi-energi maha dahsyat, ia mewajibkan kita untuk menelaah kembali, khususnya teknologi.
Tapi sayang seribu sayang mutiara-mutiara yang nilainya tak terhingga, terpendam dalam Al-Qur’an. Selama ini ia diabaikan oleh kaum muslim dan betapa ruginya kaum muslim selama ini sebagai pemilik Al-Qur’an.
Maka kita sebagai generasi penerus, agar bisa menjadi penerus-penerus pintar dalam ilmu akhirat ataupun dunia dengan Al-Qur’an.