Saturday, July 24, 2010

cerpen

PANGERAN PUTIH
Oleh : Rohiman
Di sebuah desa terdapat sebuah rumah seorang Raden yang bernama “Raden Sari” dia adalah seorang yang sakti mandra guna, dia mampunyai anak yang bernama “Aji Iman” yang kelak akan menggantikan ayahnya, ketika Raden Sari sudah cukup tua dia bertekad ingin menurunkan ilmunya kepada anaknya Aji Iman, singkat cerita, Raden Sari membawa anaknya kesebuah gua kemudian menurukan semua ilmunya kepada anaknya, ternyata setelah memberi ilmu satu minggu kemudian Raden Sari meninggal. Dengan sedih Aji Iman merelakan kepergian ayahnya, di suatu hari Raden Aji Iman ingin menghibur dirinya sendiri, lalu dia pergi kesuatu tempat yang bernama “Kp. Utang Gedong” di tengah perjalanan ternyata ada keributan. Hatinya bingung dia langsung bertanya kepada orang yang orang-orang yang lari di dekatnya “ada apa yang terjadi disini” orang itu menjawab “ada raksasa yang selalu mengganggu ketenangan para warga setempat, dengan hati penasaran dia mendekati tempat kejadian, ternyata! Ada raksasa yang sedang kelaparan Aji pun bertanya kepada sang raksasa “mengapa kau mengganggu ketenangan rakyat ini dan mengapa kamu memakan anak-anak kecil yang tidak berdosa itu” raksasa menjawab “mereka sudah melangagar janji, mana sesajen kerbau dan sapiku” Aji pun marah, dia langsung terbang dan melawan raksasa itu tapi rksasa itu sungguh hebat hingga akhirnya Raden Aajipun tersungkur kemudian Rksasapun pergi.
Pada malam harinya Raden Aji mengumpulkan warga dan memperkenalkan dirinya dan tujuannya yaitu membunuh raksasa itu, dengan senang rakyatpun menyetujuinya terus Raden Aji bertanya “apa penangkal agar raksasa itu mati” “dengan menggunakan pedang yang ada di atas rambutnya” kata seorang warga “terus kenapa kalian tidak mengambil pedang itu” tanya Raden lagi salah seorang warga menjawab “karena rambutnya seperti hutan dan sangat susah di cari, sudah banyak jagoan-jagoan yang mati diatas kepala raksasa, ternyata raksasapun datang kembali, kemudian berkatalah raksasa “apa hari ini aku akan dapat makanan-makanan yang enak” pangeranpun menjawab “biklah kau akan mendapatkan sepuluh kerbau, delapan sapi dan satu manusia. Akan tetapi ada syaratnya kamu harus membuat sumur setinggi pendirianmu (sederajat kepala) raksasapun menjawab “baiklah kalu hanya itu syaratnya “pada hari itu juga raksasa bekerja, selama kurang-lebih tiga jam sudah hampir selesai dengan diam-diam Raden Aji menaiki kepalanya (raksasa) dengan membawa pedang sedikit demi sedikit Raden Aji memotong rambutnya hingga kepala raksasa botak ketika ditengah-tengah kepala ada rambut yang paling besar yang berbentuk pedang tetapi sangat susah di potong, dengan ilmunya Raden Aji tertus mencoba menyabutnya, dan berhasil dengan suara lantang raksasa menjerit Radenpun terbang dari atas kepalanya raksasa mengamuk ketika raksasa mengamuk dia berteriak dengan membuka mulutnya lebar-lebar Raden masuk kedalm mulut raksasa tersebut hingga sampai kedalam otaknya, dia memotong-motong urat otaknya hingga raksasa menjerit minta ampun raksasapun roboh rakyat mersa senag tetapi Raden Aji belum juga keluar, ternyata dari lubang hidung Raden Aji keluar, dan selamat, rakyat bersorak gembira.
Atas perjuangn Raden Aji tersebut Raden Aji dijuluki denagn, kesatria putih sekarang sungai galian raksasa itu dinamakan Raksasa Ireng yang berarti Raksasa Hitam / ireng.
Cerita ini hanya hayalan belaka dari segi apapun sebenarnya Raden Aji itu tidak ada apalagi sumur raksasa, itu hanyalah bohong belaka.