Saturday, July 24, 2010

Tokoh

Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Al-Aydrus
Keramat luar batang Jakarta

Created By: [email protected]

Habib keramat luar batang, begitu orang menyebutnya, Al-Habib Husain Bin Abu Bkar Al-Aydrus dilahirkan di Yaman selatan tepatnya di Miqab, dekat Hazan, sebuah Desa di Hadramaut, tiga abad tahun silam. Ia dilahirkan sebagai anak yatim, yang di besarkan oleh seorang Ibu diaman sehari-harinya hanya hidup dari memintal benang pada perusahaan tenun tradisional. Pesan kecil sungguh hidup dalam kesederhanaan. Setelah memasuki usia belia, sang Ibu menitipkan Habib Husain pada seorang “Alimshufi” disanalah ia menerima tempaan pembelajaran thoriqoh. Ditengah-tengah kehidupan diantara murid-murid yang lain tampak Habib Husain memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih dari teman-temannya.
Kini Al-Habib Husein telah menginjak usia dewasa, setiap ahli thoriqoh senantiasa memiliki panggilan untuk melakukan hijrah dalam rangka menysiarkan Islam ke belahan Bumi Allah untuk melaksanakan keinginana tersebut Al-Habib Husein tidak kekurangan akal, ia bergegas menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan jual beli di pasar pada setiap hari Jum’at. Setelah di pastikan ia mendapatkan tumpangan dari salah seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Al-Habib Husein segera menghampiri Ibunya untuk meminta izin.
Walu dengan berat, hati sang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian putranya. Al-Habib Husein mencoba membesarkan hati Ibunya sambil berkata : “Janganlah takut dan berkecil hati apapun akan ku hadapi, senantiasa bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya ia bersama kita” akhirnya berngkatlah Al-Habib Husein menuju Hdaratan India. Sampailah Al-Habib Husein di sebuah kota bernama “Surati” atau lebih di kenal kota Gujarat. Sedangkan penduduknya beragama budha, mulailah Al-Habib Husein mensyiarkan Islam di kota tersebut dan kota-kota di sekitarnya.
Kedatangan Al-Habib Husein di kota tersebut mebawa Rahmatanlilalamin. Karena daerah yang asalnya kering dan tandus kemudian dengan kebesaran Allah maka berubah menjadi daerah yang subur. Agama Islampun tumbuh berkembang.
Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Al-Habib Husein bermukim di India. Tidak lama kemudian ia melanjutkan missi hijrahnya menuju wilayah Asia Tengara. Hingga sampai dipulau Jawa, dan menetap di kota Batavia sebutan kota Jakarta tempo dulu. Batavia adalah pusat pemerintahan belanda dan pelabuhanya adalah sunda kelapa, maka tidak heran kalau pelabuahan itu dikenal sebagai pelabuah yang teramai dan terbesar di zamannya.
Pad tahun 1736M datanglah Habib Husein bersama pedagang dari Gujrat ke pelabuhan sunda kelapa.
Disinilah tempat persinggahan terakhir beliau dalm menyebarkan Agama Islam. Beliau mendirikan surau sebagai pusat pengembangan ajaran Iislam. Ia banyak dikunjungi bukan saja dari derah sekitarnya melainkan juga dari berbagai daerah untuk belajr Islm atau banyak juga yang dido’akan. pesatnya pertumbuhan dan minat orang yang datang untuk belajar agama islam ke Habib Husein mengundang kesinisan dan kekhawatiran dari pemerintah VOC,yang dipandang akan menggangu ketertiban dan keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya dijatuhi hukuman dan dipenjarakan di penjara Glodok.
Tembok dan teralis besi tidak dapat menghentika peran Habib Husein dalam mensyiarkan islam. Walau dikerangkeng dalam tahanan beliau tetap mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan tuntunan Islam. Namun setelah Penguasa Hukum Belanda Karomah Habib Husein menjadi gentar dan akhirnya beliau beserta para pengikutnya dibebaskan.
Dalam perjuangan Habib Husein dalam membela agama Allah. Ternyata Allah berkehendak lain, wali Allah ini telah dipanggil dalam usia muda, lebih kurang pada usia diantara 30-40 tahun. Tepatnya ia meninggal pada hari Kamis Tanggal 17 Ramadhan 1196 H atau bertepatan pada tanggal 27 Juni 176 M..