Saturday, August 14, 2010

Ekskul Jadi Sarana Dakwah

Oleh : Arif Abdurrahamn
Santri berdakwah, Iman bertambah, hidup menjadi Indah, itulah sastra yang menggambarkan santri sebagai sarana dakwah, karena dakwah adalah tempat tersebarnya ilmu pengetahuan secara langsung maupun secara tidak langsung, secara tulian maupun tulisan, terkadang santri di tuntut oleh orang tua dan masyarakat untuk bisa berdakwah di depan khalayak umum, seperti berceramah, berpidato, memimpin ziarah kubur, memimpin pengajian di majlis ta’lim memimpin sahlat di masjid-masjid, bahkan di calonkan sebagai penerus para alim ulama atau mubaligh di kampung halamannya. Hal ini mejadi alasan di ajarkannya para santri tentang dakwah melalui apapun, kapanpun, dan dimanapun.
Dalam prespektif dakwah, santri dipandang sebagai subjek sekaligus objek dakwah, yang mana mejadi harapan masyarakat bahwa santri dapat mejadi seorang da’i atau da’iah yang berkualitas dan populer, hal ini yang mendorong para wali satri untuk mendidik anaknya di pesatren-pesantren atau sekolah-sekolah yang memiliki lembaga pendidikan bernuansa agama Islam.
Untuk berdakwah dan menyebarkan syariat Islam kepada orang-orang yang belum memahami agama Islam, kegiatan extrakulikuler di pesantren mejadi sarana dan prasarana dakwah yang efektif, karena di setiap kegiatan extrakulikuler memiliki unsur dakwah tertentu, seperti kegiatan Oration Course Club (OCC), kegiatan bakti social, kegiatan pencak silat, kegiatan peramuka, kegiatan palang merah remaja (PMR) dan kegiatan lainnya yang mengandung unsur dakwah dan disampaikan oleh santri, sehingga kegiatan dakwah ini mudah di tiru oleh masyarakart luas, hal inilah yang di maksud dengan dakwah ala santri .
Biasanya para santri berdakwah di lingkungan pesantren saja, akan tetapi kelak mereka akan berdakwah di kampun halamanya masing-masing, oleh karena itu para santri di didika supaya lebih mahir dalam berdakwah dan kini santri tidak hanya berdakwah lewat mimbar-mimbar keagamaan, lewat majlis talim atau pun lewat pengajian-pengajian pemuda, akan tetapi santri juga didik untuk bisa berdakwah lewat kegiatanya sehari-hari, dengan cara berahlaq mulia sebagai mana yang telah di contohkan oleh nabi kita Muammad SAW, dan menerapkan atau mengambil unsur dakwah yang sudah ada dalam kegiatan extrakulikuler di pesantren.