Sunday, August 22, 2010

Kesan Santri Baru Berpuasa di Pondok Pesantren


Oleh : Agung Hardiansyah
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Bulan Ramadhan merupakan momentum agung dari ladang-ladang yang sarat dengan keistimewaan, satu masa yang menjadi media kompetisi bagi para pelaku kebaikan dan orang-orang mulia. Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa. Bulan yang ditunggu-tunggu pecinta surga. Dan ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa yang penuh dengan berkah, kasih sayang,dan ampunan dari Sang Khalik.
Kembalinya fitrah adalah tujuan yang dicari- cari mereka, hamba Allah yang berlumuran dosa. Dengan begitu mereka akan merasakan suasana baru dalam menjalani kewajiban mereka untuk beribadah mengharap ridho Allah.
Dan menjadi sesuatu yang baru pula bagi santri baru yang kali ini harus menghabiskan setengah Ramadhannya di pondok pesantren. Berpuasa dengan suasana yang baru dan hal- hal yang baru yang mereka rasakan tatkala mereka harus bangun disepertiga malam mereka untuk bersahur, ikut serta membangunkan santri lain sahur, berbuka dengan antrian yang sangat panjang saat pengambilan jatah makan, shalat tarawih berjamah, dan tadarus Al- Quran.
Dan mungkin ekspresi kaget dan tak percaya akan suasana pondok di bulan ramadhan bukan lagi omong semata, mereka akan mengetahui bahwa apa yang dikatakan santri lama kepada mereka santri baru benar adanya.
Dan kesan pertama yang mereka rasakan setelah menjalani hari pertamanya berpuasa di UQI adalah tidak enak dan tak mengesankan. Tak ada hidangan berbuka dan sahur yang enak, dan minuman yang dingin itulah sebagian dari alasan mereka. Dan semua itu tak sama dirasakan ketika mereka kembali ke rumah mereka masing- masing.
Berbeda dengan pendapat santri lama, mereka menjadikan momentum bulan Ramadhan sebagai waktu yang sangat tepat untuk menambah pahala ibadah mereka, dan mengurangi dosa mereka. Bulan ramadhan bagi mereka adalah waktunya untuk berlomba dan bersaing meraih limpahan pahala, kasih sayang, ampunan dari Allah. Terlihat oleh kita semua, tak sedikit pun waktu disia- siakan oleh mereka. Waktu luang mereka dihabiskan untuk tadarus mengkhatamkan Al- Qur’an dan sebagian lagi memilih untuk tidur, karena tidur merupakan ibadah dibulan ramadhan.
Akan tetapi kesan pertama santri baru yang menganggap bahwa berpuasa di pondok pesantren tidak mengenakan akan berbalik saat mereka ada di rumah. Rasa rindu akan suasana pondok akan terasa.
Sampai sekarang itu menjadi tanda tanya, indahnya menjalani puasa di pondok pesantren itu menjadi sebuah fenomena yang tak diketahui orang banyak. Dan kita sebagai santri, patutnya bersyukur karena hanya santri saja yang bisa merasakanya.