Sunday, August 22, 2010

Ramadhan yang hilang

Malam yang dingin telah pergi, pagi yang cerah sebentar lagi kan datang bagaikan burung merpati putuh yang merayap terbang, aku terdiam sehabis bangun dari tidur. Kulihat jam disampingku menunjukan pukul 07.30, memang kalau disini jam segini masih malam beda dengan Indonesia. Malas aku berdiri untuk mandi dan sarapan. Ku ingat lagi jadwal kegiatanku yang setiap waktu memang padat tapi mungkin saja kali ini jadwalku berkurang. Handpon bordering ku lihan dilist nomor hapeku tapi tak kutemukan daftar nomornya, penasaran langsung saja ku angkat”halo…who is this, any help?”.
”hiii..fraziz I am suzan are you remembering me?”balasnya.
“sorry, are you Alex’s sister?”,ujarku
“yes …I so happy that you still remember me, can you meet me at 12.30 pm in my apartement”balasnya lagi.
“of course this day I’m not so busy”ujarku lagi
“ohh… thank frez then I wait for you at 12.30 pm”dia berkata.
Ku tutup percakapan kami. ku ingat lagi wajahnya, cantik!. Lalu ku ingat kalau hari ini adalah bulan ramadhan,tapi ku pikirkan lagi ”hari gini diInggris puasa apa kuat? Lagi pula aku belum sahur dan sebentar lagi juga akan makan-makan sama suzan, oh ya..puasa kan bisa diqadha, aku qadha sajalah kan masih bisa besok tidak puasa sehari tidak apalah asalkan tidak keteruskan”,gumamku. Jadi gaqha saja puasaku dengan alasan cuaca yang memang sedang musim gugur yang sangan mempesonakan mata lagi perut yang memang sering diadakan bazaar-bazar makan khas Inggris.ku lihat kembali jam tanganku “mmm..jam 10.00 aku harus cepat ke kantor ada rapat musim semi, bisa ketinggalan rapat ini”.
Ku ambil kunci mobil di dasport kunyalakan mobilku, suara mobil Ferrari sport 5786 yang ku beli dengan uang ku sendiri dari hasil kerja 7 bulan di perusahan keluargaku di Las Vegas terdengar lembut, kunyalakan music langsung ku cari misik favoritku Kitaro on the Air yang menyanyikan music austrament bagaikan di udara. Ku lajukan mobilku dengan kencang agar tidak terlambat dan sampai tepat pukul 10.23 tujuh menit lagi masih ada waktu.
Sehabis rapat kulihat kembali jam tanganku jam 12.20 masih ada waktu. Ku laju mobilku secepat mungkin agar datang tepat waktu. Kulihat dari kejauhan apartementnya “emmm pasti yang itu tidak salah lagi Queen Elisabeth Resident besar sekali wah bisa jadi suzan itu orang kaya, em bisa untung nih”. Aku masuk kedalam apartement dan tak jauh dari ruang imformasi ku liahat suzan sedang turun dari tangga, “wah cantik, anggun, mempesona!”.ku datangi dan berbincang ringan dengannya, kurasakan darah nadiku mengalir dan berbagai bisikan setan mulai berkecamuk tapi ada satu rasa yang berbeda ku rasakan ada rasa tak enak dan bersalah tapi pada siapa?, kurasakan perasaan bersalah itu semakin lama semakin terasa. Setelah lama berbincang dia mengajakku tuk datang ke apartemennya tapi ku menolaknya lembut dengan alasan kalau nanti malam ada jadwal meeting dengan beberapa direktuk perusahaan. Lalu ku antar dia menuju apartemantnya dan diakhir malam tak ku duga dia memberikan ciuman hangatnya, kemudian dia bilan kalau dicinta aku dan kujawab ala kadarnya saja. Lalu aku pulang dan menemukan kalau seluruh badanku pegal-pegal semua tetapi ada yang lebih sakit dan ku rasa sangat menyesal akan itu tapi ku tak tahu datangnya dari mana.
Ketika malam datang ku tak tahu kanapa dan ada apa dengan diriku, kurasakan semakin lama aku merasa tersiksa dengan perasaan ini. Tak lama setelah itu handponku berbunyi ku lihat oh ternyata dari ibuku lalu ku angkat.
“Halo…. Ma apa kabar, gimana di Indonesia masih rame?” Ujarku
“Allhamdulillah nak masih sehat dan masih tetap rame, oh ya kapan kamu akan pulang ke Indonesia mama kangen sama kamu ingin rasanya kumpul seperti biasanuya, nadia dan abangmu Zeo tedah datang dari Amerika, oh ya gimana puasa diInggris bisa ,fraziz puasakan disana?”.tanyanya.
“ya iyalah ma kan aku muslim masa ngga puasa kan rukun islam yang ketiga makannya wajuib bagi frez tuk nglaksanainnya”, ujarku dengan nada yang berdosa.
“Alhamdulillah frez masih ingat kalau dimanapun dan kapanpun puasa itu wajib”ujarnya menasehati.
“iya mah dan Insya Allah frez pulan hari sabtu lusa”jawabku.
“ya udah hati-hati saja disana soalnya itukan Negara orang lain, wassalamu’alaikum ”,jawabnya mengakhiri pembicaraan yang sangat ku rindukan.
Aku telah berbohong pada ibunda tercinta, maafkan aku ma dan aku akan berjanji untuk berpuasa dan melaksanakan kewajiban lainnya yang kurasa semakin jauh dari kehidupanku”,ujarku dalam hati.
Dalam hati aku merasa kalau inilah yang selama ini menyakiti hatiku yaitu perasaan bersalah inilah. Ku ambil air wudhu ingat akan bulan ramadhan yang penuh hikmah dan ampunan.
Aku shalat dan berdo’a” ya Allah ampunilah aku hambamu yang tidak tahu diri dan bodoh ini, hamba yang merasa pintar dihadapanmu, hamba yang merasa kaya dihadapanmu, pura-pura tidak melihatmu dan yang telah banyak berbohong padamu. Wahai tuhan pencipta alam ampunihah dan terus ampunilah dosaku dan kedua orang tuaku dan yang lainnya”.
Ku terus memohon dan memohon hingga malam semakin larut dan tubuhku tak kuat tuk menahan kantuk yang menyerang dengan dasyatnya “ya Allah ampunilah aku” ujarku roboh.
Ummul Quro, 11-8-2010
By: aziz bukhori