Saturday, July 16, 2011

Curhat

1. Assalamu’alaikum, Ustadz yang kami hormati, saya ingin bertanya apakah Allah akan mengabulkan do’a seorang hambanya yang selalu berbuat maksiat ? Salah satunya ia selalu berbohong. Tetapi, ia selalu menyesali apa yang telah ia perbuat dan ia berusaha untuk merubahnya walaupun sangat sulit. Ia pun merasa tidak ada perubahan sama sekali pada dirinya. Tolong beri solusi yang terbaik ustadz...
• Wa’alaikum salam,
Sesungguhnya pertolongan Allah akan datang pada hambanya jika ia ingin berubah menjadi lebih baik. Allah SWT pasti akan mengabulkan do’a hambanya yang memohon meski orang itu selalu berbohong. Kita tidak tahu kan, apa alasan mereka berbohong. Hanya mereka yang tahu. Pada hakikatnya, orang yang berbuat maksiat juga tidak ingin terus-menerus melakukannya lagi. Hal itu dilakukan karena pengaruh keadaan, teman dan lainnya. Tapi Allah akan mengabulkan do’a orang-orang yang memohon padanya selagi dia mau merubah dirinya. Jika Allah tidak mengabulkan do’a hambanya yang berbuat maksiat, maka para pemaksiat di dunia tidak akan pernah mendapatkan rahmat, rizki dan hidayahnya. Karena sesungguhnya Allah maha pengasih terhadap semua mahkluknya.
2. Assalamu’alaikum, ustadz yang saya hormati, salahkah kita bila kita selalu berharap untuk mendapatkan seorang ikhwan yang kita cintai. Tapi ikhwan itu tidak mengetahuinya. Pernah saya mencoba menghilangkan rasa itu, tapi saya tidak pernah bisa. Bagaimana solusi ustadz atas perasaan saya ini ?
• Wa’alaikum salam,
Mencintai lawan jenis itu adalah hal yang wajar. Itu juga merupakan suatu anugrah dan hak setiap orang. Dan kita tidak bisa mengelaknya.Tetapi apabila kita berharap untuk dicintai itu menyakitkan dan kita tidak boleh selalu berharap dan memaksakan kehendak. Karena sesungguhnya cinta itu tidak bisa dipaksakan.Cintailah kekasihmu sekedarnya, karena mungkin suatu saat mungkin saja ia akan menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya, karena mungkin saja suatu saat ia akan menjadi kekasihmu.
3. Assalamu’alaikum, Ustadz yang saya hormati, bagaimana cara untuk menghadapi orang tua yang sudah bercerai. Jika saya memilih ikut bersama ibu, maka saya takut ibu saya tersiksa karena diancam oleh ayah saya. Apa yang harus saya lakukan ?
• Wa’alaikum salam,
Jika kita harus memilih salah satu dari keduanya, coba jelaskan pada mereka secara baik-baik. Jika tidak ada jalan lagi, tinggalah dulu di pesantren dan belajar sungguh-sungguh. Jika kamu sudah sukses, orang tuamu juga mungkin akan damai dan bersama kembali.