Wednesday, April 18, 2012

‘’CINTAKU MURIDKU’’

‘’ KAU TERBANGUN DARI TIDUR PANJANG YANG MELELAHKANMU…….’’
Itulah suara alarm di handphonku yang  membuyarkan mimpiku dan membuatku bangun dari tidur panjangku, waktu telah  menujukkan 05.00 WIB dan akupun bergegas ke kamar mandi untuk shalat subuh. Setelah shalat  aku sempatkan membaca beberapa lembar ayat suci Al – Qur’an ,walaupun suaraku masih terasa berat karena bangun tidur. Beberapa menit kemudian akupun menutup Qur’an itu dan akupun bergegas mandi.
"Mau pake kemeja yang mana ya?" tanyaku sendiri
Hari ini aku harus tampil sempurna walaupun semua memang tak ada yang sempurna tapi setidaknya aku menutupi kekuranganku dengan sedikit keindahan. Aku harus tampil beda karena memang hari ini adalah pengalaman pertamaku mengajar di sebuah sekolah terfavorit di Bogor. Ada perasaan gugup, malu, takut, semua bercampur menjadi satu.
TENG… TENG… TENG….

Suara bel pun berbunyi memecahakan semua waktu, dan semua pun pergi ke kelas masing-masing. Akupun melangkahkan kaki ini untuk pergi dan dengan hati penuh keyakinan aku mengucap BISMILLAH….
Tiba di kelas akupun mengucapkan salam dan murid-murid pun menjawab salam saya  dengan penuh semangat dan penuh senyuman, hingga  membuat diriku pun semakin bersemangat untuk berbagi ilmu dengan mereka .
Untuk menghilangkan semua perasaan nerveous dan ragu dalam hatiku  ,akhirnya  aku pun memberanikan diri untuk memulai sebuah percakapan dengan mereka. Di tengah percakapan dengan mereka, aku melihat sosok indah di antara yang indah, postur tubuhnya yang tinggi gemulai, kulitnya yang putih dan bersih dan semua keindahan tentangnya membuatku jauh bermimpi.
"Pak guru!!!"
"Kok ngelamun aja, ada apa?"
Tanya salah satu dari mereka, dengan tersenyum akupun menjawab  "gak ada apa-apa kok' cuma lagi mikirin sesuatu".
Bel pergantian pelajaranpun berbunyi dan itu menandakan pelajaran telah selesai, dan akupun mengucapkan salam meninggalkan kelas itu dengan sejuta kenangan.
"Kok saya jadi kepikiran anak yang tadi ya?"
"Ada apa ya?"
"Ah, sudahlah itu kan hanya perasaan saya saja. Tapi saya penasaran juga sama anak itu, kira-kira siapa ya namanya?"
Seribu pertanyaan bersarang di benakku dan akupun harus mencari semua jawaban.
Waktu terus berlalu dan tak berhenti, akupun mengajar di kelas itu, kelas yang penuh mimpi bagiku dan kelas yang berarti bagiku. Untuk menghilangkan semua rasa penasaranku aku mengambil absensi kelas dan aku pun membaca absen dari A smpai Z.
Selesai membaca absen, akhirnya akupun tau siapa namanya , ternyata namanya adalah Rianti Sholeha. Sebuah nama yang indah seindah orangnya. Dia adalah ketua OSIS di sekolah itu dan di samping itu juga, dia adalah bintang kelas di sekolah itu. Sungguh wanita yang sempurna.
Detik tak bermenit, menitpun tak berjam, jam pun terus berputar. Tak tau kenapa sifat guruku berubah menjadi ingin lebih tau tentangnya. Jam istirahat diriku  memberanikan diri untuk bertanya pada salah satu dari temanya, namanya Khoirunnisa am .
"Oh ya Nis, aku mau minta tolong , bisa gak?"
"Mau minta tolong apa ya pak guru" Tanya Nisa sedikit heran
"Ini Nis, pak guru mau minta tolong, tolong kasih buku ini ke Rianti Sholeha  bilang aja buku ini dari saya".
"Baik pak guru" jawabnya singkat dan diapun bergegas pergi melawan angin.
Esok harinya di kantin sekolah. " Rianti  ini ada titipan dari pak guru katanya buat kamu"  kata Nisa sambil meminum es jusnya. " Titipan apa Nis?"  tanya Rianti bingung
"Gak tau Ri, udah ambil aja!!!"
"Rianti  kaya'nya  pak guru yang ngajar IPS,  naksir deh sama kamu??"
"Ah kamu Nis  ada-ada saja".
"Ya udahlah Ri, udah bel masuk kita masuk kelas yuk"  ajak Rianti
Malam datang dengan keindahan bintang-bintang di langit, angin menerpa rambutnya yang panjang terurai begitu indah. ‘’MENJADI MUSLIMAH HAKIKI’’ dua matanya yang bulat dengan alis tebal membaca judul buku itu. "Buku yang bagus, tapi  buat apa ya pak guru memberikan buku ini? Apa betul yang di katakan Nisa kalau pak guru suka sama saya?"
"Gimana ya, apa sebaiknya saya kembalikan saja buku ini karena saya belum pantas menerima buku ini" hati Rianti bergemuruh.
Dia pun tidur dan terlelap di keheningan malam.
"Nisa…!!!"
Terdengar suara lembut dan merdu memecahkan suasana ramai di kantin sekolah.
"Ada apa sih Ri?"
"Nisa, tolong balikin buku ini ke pak guru!!"
"Kenapa Ri?"
"Aku ngerasa gak enak dan gak pantes nerima buku ini, please!!!"
Rianti mengiba, "ya udah deh tar aku balikin"
Di kantor sekolah.
"Pak guru maaf ya sebelumnya, Rianti  teman saya gak mau terima buku dari pak guru katanya dia gak pantas buat terima buku ini dari pak guru".
Dengan hati yang sangat kecewa, bagai terbebani gunung aku pun berkata, ya sudahlah 'Nis gak apa-apa gak jadi masalah, buku ini buat Nisa saja".
Akupun melangkah pergi meninggalkan sekolah itu, dan aku hanya bisa tersenyum tenang walaupun sebenarnya hatiku menangis, seandainya Rianti tau arti sebuah pemberian dariku mungkin semua ini akan menjadi arti.
Firdausi Rahman