Monday, April 16, 2012

Rukun Islam Mendidik kehidupan

Rasulullah SAW bersabda: “Islam dibangun atas lima perkara mengucap dua kalimat syahadat , mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa di bulan ramadhan dan mendirikan ibadah haji bagi yang mampu “(HR Bukhari Muslim)

Islam artinya berserah diri dan konsekuensi dari penyerahan diri adalah mengerjakan kelima perkara dalam hadis diatas tanpa pilih-pilih. Tidak boleh mengutamakan salah satu itu tidak benar, ibarat sebuah bangunan kelima perkara tersebut adalah tiang-tiangnya,semuanya harus seimbang ,apabila salah satunya tidak dikerjakan bangunan pun akan goyah. Intinya,semua perkara harus dikerjakan secara komprehansif.
Syahadat Bukan Seremonial


Hal prinsipil yang harus dipahami adalah tentang makna syahadat, terlebih adalah dua kalimat syahadat (syahadataini) kerap dibacakan setiap banyi lahir lalu dikumandangkan pula adzan ditelinganya. Syahadatain juga sering dikumandangkan ketika menghitan anak laki-laki atau pada saat pernikahan. Pelapalan syahadatain pada beberapa peristiwa tersebut sebagai contoh tampaknya hanya sekedar seremonial dan bukan menjadi ikrar padahal syahadatain sesungguhnya adalah ikrar persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW sebagai rasulNya. Dan dengan ikrar tersebut seorang muslim dapat senantiasa mengawas diri dan waspada terhadap godaan yang berupaya membatalkan ikrarnya.
Membuat Keseimbangan
Kelima pilar tersebut harus sama-sama dikerjakan, jika salah satu goyah maka akan berpengaruh pada pilar lainya. Selain itu,kualitas ibadah harus pula dijaga,dan kelima hal tersebut juga harus diupayakan,dipertahankan agar tetap kokoh. Untuk menggapainya,tidak ada jalan lain,kecuali dengan mendidikan Rukun-rukun islam tersebut dengan cara maksimal,komplit,dan intrigrated(utuh).
Keutuhan ini yang penting jangan sampai sekolah mendidik, namun rumah tidak mendidik. Sekolah dan rumah mendidik, tapi masyarakat tidak mendidik.Semua pihak sangat bertanggung jawab atas pendidikan ini.
Pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan dalam arti luas. Bukan hanya menggunakan papan tulis atau jadwal saja. Nilai-nilai yang kandung dalam rukun islam seharusnya dididik dan ditanamkan tanpa henti, dan tidak boleh berhenti. Kelima pilar itu harus sama-sama diperkuat dan ditanamkan dengan hati, pikiran, pakaian, tempat, dan nilai yang bersih.

Nur Kholilah [email protected]