Sunday, October 6, 2013

First experience,, susu jagung

Hello para missiers?! Tau gak sihh, science club Ummul Quro Al-Islami punya solusi buat kamu yang gak suka atau alergi dengan susu sapi. Sebelumnya tahu gak science club itu apa?? Science club adalah sebuah grup pengetahuan yang cendrung mempelajari tentang MIPA (matematika, biologi, fisika, kimia, dan akademik potensial). Anggotanya terdiri dari santri dan santriwati, tapi tidak semua anggota berasal dari kelas IPA. Grup ini dibimbing oleh ustad. H.Yusuf arifin, ustad adly rivaldi, ustad ardy, dan ustad salman al-farisi.
Grup ini mengadakan praktek percobaan membuat susu jagung, susu nabati yang menyehatkan tubuh dan tidak mengandung kolestrol, praktek ini dimaksudkan untuk membuat suatu produk dan solusi bagi santri dan santriwati yang tidak suka dan alergi susu sapi.
Semua ide ini bermula dari ustad salman yang memberi inforasi tentang jagung yang bisa dibuat menjadi susu.
30 september 2013, tepatnya pada hari minggu yang bertempatkan di Lab IPA. Grup yang terdiri atas putra- putri ini melaksanakan praktek percobaan dengan menghadirkan kak Eko Prabowo, Mahasiswa IPB, jurusan biologi sebagai tamu sekaligus pembimbing dalam pembuatan susu jagung tersebut.
Sebenarnya ini lebih tetap disebut sari jagung, karna jika susu itu cendrung berasal dari perahan susu hewan, dan berbau amis. Tapi sesuatu yang kental itu bisa kita sebut susu juga.
Sebelum melaksanakan tahap awal, kak Eko sempat menjelaskan apa kelebihan dari susu jagung. Diantaranya.
1. Merupakan susu nabati yang cocok untuk orang yang alergi susu sapi
2. mengandung gula, yang berguna untuk menyegarkan tubuh
3. tidak mengandung kolestrol, cocok yntuk yang diet
4. tidak mengandung serat yang berlebihan
5. mengandung protein yang tidak kalah banyak dengan susu sapi
setelah kak eko berkenalan dengan anggota “SC” dan menjelaskan manfaat jagung, praktekpun dimulai dengan pembagian tugas, kemudian beranjak kepada tahap pertama, yaitu menghaluskan biji jagung, yang sudah di rebus dengan air gula dan susu kim dengan cara diblender, tapi tidak sampai terlalu halus karna akan diambil sarinya. Setelah itu yang bertugas memeras pun beraksi, sarinya disaring, biji jagung yang telah dihaluskan tadi dibungkus kain yang seratnya tidak terlalu rapat, lalu di peras. Setelah tersaring, sari itu direbus dan diaduk tapi tidak sampai mendidih (seperti membuat santan). Setelah susu jagung agak cair, dan teraduk rata, kemudian ditiriskan. Susu jagungpun siap disajikan.
ampas jagung yang tadi jangan dibuang, karna masih bermanfaat. Bisa dijadikan untuk campuran pudding, caranya buat adonan pudding dan masukkanlah ampas jagung dan aduk rata, langkah selanjutnya sama seperti membuat pudding biasa.

“hasilnya enak, apalagi kalo ditambah es batu, dan bikin setiap hari, cocok buat diet saya..hehehe” ujar ustadzah romlah.

“hasilnya lumayan, inilah hasil percobaan kalian. Jika kurang puas, kalian bisa praktek di lain waktu, yang terpenting adalah proses pembuatannya” ujar kak Eko Prabowo.
So, intinya untuk para santiri dan santriwati ummul quro, jagalah kesehatan sebaik-baik mungkin. Para anggota science club sudah memberikan satu solusi agar tidak kekurangan gizi, dan tidak lemas akibat program diet yang anti banget sama kolestrol tinggi.
Dan ingat pesan dari kak eko ini yah..
“susu yang di buat sendiri lebih aman, kalaupun ingin susu yang telah dalam kemasan pilihlah susu vanilla, susu putih yang lebih aman dan tidak mengandung bahan perasa seperti strawberi, dan sebagainya”.

Science club 13-14