Sunday, October 6, 2013

MOS ALA PETA

Petaaa? Tak kenal maka ta’aruf!
Jeng...jeng......jeng
            Itulah password untuk acara kali ini, acara yang tidak jauh berbeda dengan MOS (masa orientasi siswa) karena dilingkungan pesantren, pihak panitia mengubah nama MOS menjadi PETA agar lebih menarik dan bermakna, yaitu pekan Ta’aruf. Dimana ajang pengenalan lebih dalam kepada para santriwati baru terhadap pesantren dan lingkungannya, dalam program ini merupakan tahun kedua untuk diadakannya MOS di pesantren setelah tahun pertama yaitu SCB (student character building) pada tahun  lalu.
Namun MOS di pesantren di pandang lebih unik dan menarik karena kedekatan serta keakraban antara satu sama lain sudah tercipta acara PETA resmi dibuka oleh seluruh panitia pada hari Rabu: 04 Sept 2013 di gedung serba guna UQI. Sekaligus pembagian kelompok bagi seluruh peserta yang disertai dua orang pengurus sebagai mentor mereka, dalam pembagian kelompok menjadi 28, dan setiap kelompok terdiri kurang lebihnya 20 orang. tidak ayal lagi, acara ini begitu sangat meriah dan menyenangkan bagi santri baru karena PETA berlangsung selama 4 hari, dengan berbagai deretan agenda kegiatan, sehingga jauh dari kesan membosankan.
Namun pada hari sebelumnya, Selasa 03 Sept 2013 seluruh santri baru baik putra maupun putri     mengikuti acara INTIME yang diselenggarakan oleh ISPA 13-14 yaitu pengenalan pesantren dengan pembicara Al-Ust Saiful Falah, Rabu pagi mereka mengikuti seminar dari Menara Hati Center dengan motivasi Kak M. Najmi Fathoni seminar sengaja dikhususkan untuk santri baru dengan alasan, agar dapat memotivasi mereka dalam menuntut ilmu di pesantrern yang baru saja berpisah dengan ke-2 orang tuanya akan menyadarkan mereka tentang tujuan awal mereka datang ke pesantren. Di sesi terakhir motivator memberi renungan sehingga tidak sedikit diantara santri putra maupun santri putri  yang meneteskan air mata .
Came and have fun together
Saat mendengar kata game, kesan pertama yang timbul yaitu seru dan mengasyikkan dalam game dan have fun together, seluruh kelompok harus mengerahkan aksi mereka, kekompakkan, keaktifan serta kekreatifan untuk menambah poin, permainan telah disiapkan oleh panitia, agar menambah kehebohan, kostum-kostum lucu dan unik dengan dihias berbagai macam makanan ringan misalnya lolipop, kripset, beng-beng, dll mereka kenakan permainan ini berlokasi di lapangan bawah pada hari Kamis 05-09-13 karena luas sehingga lebih leluasa saat game dan have fun together.
Menjelajahi seluruh penjuru pesantren dalah salah satu agenda PETA pada Jum’at 06 Sept 2013, bertujuan agar mereka mengetahui letak ataupun tempat-tempat tertentu khususnya di area putri, start dari GSG hingga finish di GSG juga. Setiap kelompok yang dilalui misalnya mencatat jumlah kamar mandi, keran, tiang jumlah kamar, dll dan setelah berkeliling, menggambar denah adalah tugas selanjutnya. Hal ini dapat melatih keterampilan mereka juga kerja sama.
Dan pada malam Jum’atnya, acara perkenalan dengan seluruh pengurus melalui tayangan video sehingga membantu mereka dan mengetahui seluruh pengurus ISPI 13-14, dan juga tata tertib, disiplin, dan sunah-sunah pondok pesantren plus sangsi dari lima bagian yaitu bagian Bahasa, keamanan, ibadah, kebersihan, adab dan pengajaran yang disampaikan oleh perwakilan dua orang pengurus dari masing-masing setiap bagian, karena bagian-bagian tersebut dianggap sangat penting untuk diketahui oleh santri baru.
Tak kenal maka ta’aruf, sesuai dengan password PETA para peserta dituntut untuk mencari dua orang pengurus yang telah ditentukan, dan meminta biodata orng yang dimaksud sedetail mungkin, karena hal ini cara mereka untuk berinteraksi dangan santri lama agar tercipta kerukunan serta ukhuwah islamiyah, agenda ini dinamakan Hunting Manager yang bertepatan dengan ekskul PMR dan PRAMUKA pada hari Sabtu 07 September sehingga tidak sedikit bagi mereka yang berhasil menemukan pengurus yang dimaksud.
PENSI
Dapat dilihat dari kekreatifan para peserta pada malam Minggu 07-09-13. Berbagai macam seni yang ditampilkan misalnya, drama, menyanyi, membaca puisi, dll, banyak menarik perhtian para penonton hanya ada 15 kelompok yang berhasil menampilkan pertunjukan seni karena keterbatasan waktu sehinggatidak memungkinkan untuk semua kelompok tampil, dengan cara undian inilah dianggap adil dan bijak,”dengan adanya pensi ini kita sedikit mengetahui bakat dri para peserta ataupun kepercayaan diri yang mereka m iliki” ujar salah satu panitia PETA. Jadi, tidak heran dalam pentas ini menimbulkan gelak para penonton.
Minggu,08-09-13 adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh para peserta  karena penjelajahan pada pekan ini adalah pengalaman PJJ yang pertama, sorak sorai da yel-yel menggema  .di antero gedung serba guna, penjelajahan ini dimulai pada pukul 08:45 setelah semua peralatan disiapkan dan kesiapan dari seluruh peserta maupun panitia. Post-post yang mereka lalui tidak luput dari dari berbagai rintangan, juga tidak sedikit dari beberapa kelompok yang salah arah atau kesasar, hal ini disebabkan banyak faktor yang terjadi misalnya anak panah atua petunjuk jalan tidak jelas/terlihat, kurangnya pemahaman intruksi atau begitu menikmati perjalanan sehingga tidak memperhatikan anak panah, namun semua itu tidak mengurangi semangat dan keceriaan peserta, di post terakhir atau post lima di sisnilah tantangan terbesar yaitu Out bond.
Setelah berbagai agenda terlaksana kini saat yang mendebarkan bagi seluruh peserta, karena penutupan PETA sekligus pembagian hadiah bagi para juara hal ini menjadi kesan tersendiri bagi seluruh peserta maupun panitia. Yang tanpa diketahui pendidikan untuk hidup berdisiplin, kompak, toleransi, tenggang rasa dll, tercipta pada PETA dan satu hal yang begitu terlihat unik yaitu santri baru mengirim greeting atau surat kepada pengurus yang mereka anggap sebagai fans karena salah satu faktor yang membuat santri tetap bertahan dan betah tinggal di pesantren karena hubungan interaksi kepada pengurus/kakak kelas yang bisa mengayomi dan menuntunnya.
Oleh: Anis pitriani @RED