Sunday, December 7, 2014

Bukan sekedar menggurui tapi mengInspirasi


Bergeraklah maka kamu akan terinspirasi !
Begitulah kata pepatah yang sering kita dengar, semata-mata memerintah kita untuk bergerak dari keadaan kita yang pasif kepada kegiatan yang membuat kita aktif sehingga kita mampu menginspirasi diri kita pribadi khususnya dan semua yang hidup bersama kita pada umumnya.

Ada banyak hal yang mampu membuat kita merasa terinspirasi dalam kehidupan kita, dalam hal ini yaitu, inspirasi dari dalam, dan inspirasi dari luar. Dari dalam contohnya, pergerakan diri kira sendiri yang menentukannya, sebagaimana dikutip dalam perkataan pepatah diatas, “BERGERAKLAH” siapakah yang harus bergerak ? tentu saja orang yang akan terinspirasi dan bukan siapa-siapa lagi ! dan inilah yang dinamakan inspirasi dari dalam.

Lantas apa yang dimaksud dengan inspirasi dari luar, dan bagaimana hal itu bisa terjadi. Salah satunya seperti perkataan yang dilontarkan oleh Horace Man salah satu bapak manajemen terkenal di Amerika Serikat yaitu “A Teacher who is attempting to teach without inspiring the pupil with a desire to learn is hammering on cold iron” yang artinya, Seorang guru yang berusaha mengajar tanpa menginspirasi muridnya dengan keinginan untuk belajar seperti sedang memalu besi yang dingin.

Apakah salah satu pesan yang ingin diungkapkan oleh Horace Mann dalam perkataannya ini, tentu bukan untuk menekankan seorang guru untuk terus mengajarkan ilmu kepada para muridnya, akan tetapi dia mencoba untuk mengnstruksikan kepada seluruh guru agar mengajar semua muridnya dan menginspirasi mereka dengan sesuatu yang mampu membuat mereka berkeinginan untuk belajar, sehingga ketika sang guru sedang tidak ada di hadapan sang murid tersebut pun sang murid mampu mengajak dirinya sendiri untuk belajar, karena dorongan dari inspirasi yang diberikan oleh sang guru yang telah berhasil ia jadikan sebagai penginspirasi hidupnya sendiri untuk belajar kapanpun dan dimanapun meskipun sang guru ataupun sedang tidak bersamanya.

Adapun peran yang dipegang oleh setiap guru tentunya sangatlah banyak, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1.       Mendidik
Mengajar bukan berarti mendidik, akan tetapi mendidik pasti mengajar. Yang dimaksud mengajar disini ialah memberikan teori ilmu dan hanya sebatas pemberian sebuah teori ilmu saja, beda halnya dengan mendidik, ketika seseorang berusaha untuk mendidik orang lain, tentulah bukan hanya dengan mengajarkan dia sebuah teori ilmu saja. Akan tetapi dia akan berusaha menanamkan benih-benih pembelajaran kehidupan di tengah memberikan teori ilmu.
Lantas apasakah yang termasuk ke dalam benih pembelajaran kehidupan itu ? salah satunya adalah penanaman karakter kepada setiap anak didiknya. Karena yang dibutuhkan oleh Bangsa kita sekarang bukanlah orang yang memiliki tingkat tinggi dalam hal intelektual akan tetapi, Dunia butuh orang yang leebih dalam masalah spiritual, maksud disini adalah manusia yang pintar dan berkarakter atau berbudi luhur.

2.       Mengajar
Memang mendidik lebih penting daripada mengajar, akan tetapi bukan berarti guru tidak perlu meningkatkan mutu kualitas ilmu teori yang akan diberikan kepada sang murid, justru keduanya saling berhubungan satu sama lain. Tidak setiap guru mengerti bagaimana cara mengajar yang baik, diperlukan sebuah metode dan cara dalam pencapaian proses mengajar yang baik, yang mampu menciptakan pemuda-pemudi dan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berintelektual.

3.       Membimbing
Setelah sang guru berusaha mengajarkan semua teori ilmu kepada setiap muridnya, dan mendidik mereka dengan karakter yang baik dan berakhlak, sudah menjadi peranan guru yang lainnya untuk terus membimbing semua anak didiknya dalam menjalankan dan mengamalkan semua yang telah diberikan oleh sang guru sebelumnya.

Karena ilmu yang didalami tanpa ada arahan dari seorang guru yang khusus  mampu menjadi bumerang bagi pelajarnya, bukannya memberi manfaat kepada sang pelajar tersebut, malah memberi sebuah hal yang buruk sehiingga menuntunnya menuju jalan yang tidak diinginkannya. Hal ini sudah jelas bahwa dibutuhkan seseorang yang mampu membimbing murid dalam pencapaian segala tujuannya itu.

4.       Melatih
Setelah semua peranan diatas berjalan dengan lancar, tibalah peranan seorang guru yang tidak kalah penting dengan ketiga peranan sebelumnya, yaitu melatih ! apakan yang harus dilatih dari para peserta didik ?

Seperti pelatihan untuk terus bersabar dan berjuang ketika sedang dalam proses menuntut ilmu. Melatih mereka semua agar mau mengorbankan semua yang ia miliki dalam proses penuntutan ilmu ini, melatih mereka untuk terus semangat dalam perjalanan menuntut ilmu walaupun pasti datang waktu akan menghadapi semua keganjalan entah malas, pusing, ngantuk, lemah, lemes dan lain sebagainya.

Bicara soal guru tentu kita tak akan lepas dengan sebutan atau tittle mulia yang disanding oleh seorang guru, yaitu “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa” mengapa bisa demikian ? karena dialah guru yang menjadi sumber beragam ilmu kehidupan yang siap dituangkan kepada setiap individu setelah keluarganya masing-masing yang telah menanamkannya sejak kecil.

Dan peranan guru yang tertera diatas mungkin hanyalah sebagian kecil peranan guru yang sebenarnya sangat banyak, namun itulah dia ! pahlawan tanpa TANDA JASA yang selalu setia berusaha mencerdaskan kehidupan berbangsa guna membangun negara yang kuat, kokoh, tentram, adil dan makmur serta bersahaja.

Source : Blog Banaharaz